Latest News

Showing posts with label Paus. Show all posts
Showing posts with label Paus. Show all posts

Saturday, January 2, 2016

Seperti Apa Gereja Katolik Sebelum Vatikan II?


Seorang pemuda sedang mendengarkan saya berbicara dengan seseorang tentang masalah dalam Gereja Katolik kita. Dia bertanya kepada saya: "Apa yang salah dalam Gereja Katolik?"

Pemuda ini terlalu muda untuk tahu betapa hebatnya Gereja Katolik sebelum Vatikan II. Kebanyakan orang belum lahir saat itu dan ingin mengetahui seperti apa Gereja sebelumnya. Semua yang mereka alami sekarang dan tidak ada pengalaman apapun di Gereja sebelum tahun 1965. Mereka menganggap bahwa Gereja dulu tetap sama seperti sekarang dan bahwa ini adalah normal. Tidak, itu tidak normal.

Saya hidup sebelum waktu itu dan saya saksi hidup bagaimana hal itu. Berikut adalah daftar 20 hal yang saya alami saat itu.
  1. Banyak sekali panggilan imamat. Seminari penuh dan lebih banyak sedang dibangun.
  2. Banyak sekali imam muda. Kebanyakan paroki memiliki banyak imam. Sangat sedikit yang homoseksual.
  3. Dimana pun saya pergi, Meksiko, Eropa, Kanada hanya ada satu Tridentine Latin Mass.
  4. Banyak sekali panggilan untuk hidup religius. Semakin banyak biara sedang dibangun.
  5. Biarawati memakai busana penuh dan dapat dikenali di depan umum.
  6. Banyak sekali sekolah Katolik diajarkan oleh para pastor dan suster.
  7. Bangunan gereja indah yang menarik Anda untuk masuk dan berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus. (Anda bisa dengan mudah menemukan Yesus di Tabernakel di High Main Altar dan lampu sanctuary).
  8. Umat Katolik menghadiri Misa Latin dengan penuh penghormatan.
  9. Setiap orang pergi ke Misa Kudus dengan pakaian terbaik mereka.
  10. Semua perempuan dan anak perempuan menutupi kepala mereka dengan mantila atau tutup kepala. 
  11. Wanita mengenakan gaun untuk Misa Kudus.
  12. Sangat langka untuk mengetahui ada orang Katolik bercerai.
  13. Semua keluarga memiliki banyak anak-anak bahagia.
  14. Tidak ada tuntutan hukum pelecehan seks. (Sedih untuk mengatakan ada beberapa pelecehan seksual).
  15. Umat Katolik menghormati Paus, para uskup, imam dan religius.
  16. Tidak pernah terdengar orang Katolik hidup bersama sebelum menikah di gereja.
  17. Sebagian besar orang sering pergi ke pengakuan.
  18. Semua umat Katolik percaya pada kehadiran nyata Yesus dalam Sakramen Mahakudus.
  19. Semua umat Katolik percaya bahwa Gereja Katolik adalah Gereja Sejati yang hanya didirikan oleh Yesus Kristus.
  20. Anak-anak tahu iman mereka dengan mempelajari Katekismus Baltimore (Di Amerika Serikat).
Mereka adalah buah-buah dari Roh Kudus yang dihasilkan sebelum Vatikan II. Tidak ada yang bisa berbohong padaku. Saya pribadi mengalami buah-buah ini. Kalian semua, yang lebih tua, menceritakan kisah nyata kepada orang lain yang sama sekali tidak tahu betapa indahnya Gereja sebelumnya dan bagaimana hal-hal buruk telah menjadi sejak Vatikan II. Semua orang muda tahu apa yang mereka alami saat ini. Mereka berpikir ini adalah normal.

Gereja Katolik memiliki masalah sebelum Vatikan II. Bahkan, sudah ada masalah sejak Yesus mendirikannya. Tapi itu jauh jauh lebih baik sebelum Vatikan II dan saya hidup di masa itu dan ingat betul bagaimana segala sesuatu mulai berubah dan menjadi lebih buruk dan lebih buruk.

Kami umat Katolik tradisional di sini berteriak keras bahwa ada virus yang mengerikan, infeksi (modernisme progresif) menginfeksi Gereja. Kami berdoa dan bekerja untuk mengembalikan Gereja Katolik yang dikasihi Allah. Ya Gerbang Neraka tidak akan pernah menang melawan-Nya, tapi kami adalah orang-orang, dengan bantuan Tuhan, untuk melawan setan dan orang-orang jahat yang ingin menghancurkan Tubuh Mistik Kristus.

Berikut foto-foto menarik Sebelum Vatikan II

Banyak sekali panggilan imamat. Seminari penuh dan lebih banyak sedang dibangun.

Banyak sekali imam muda. Kebanyakan paroki memiliki banyak imam.

Dimana pun saya pergi, hanya ada satu Tridentine Latin Mass.

Banyak sekali panggilan untuk hidup religius.

Biarawati memakai busana penuh dan dapat dikenali di depan umum.

Biarawati memakai busana penuh dan dapat dikenali di depan umum.

Biarawati memakai busana penuh dan dapat dikenali di depan umum.

Banyak sekali sekolah Katolik diajarkan oleh para pastor dan suster.

Banyak sekolah dan asrama Katolik dibangun.

Umat Katolik menghadiri Misa Latin dengan penuh penghormatan.

Umat Katolik menghadiri Misa Latin dengan penuh penghormatan.

Semua perempuan dan anak perempuan menutupi kepala mereka dengan mantila atau tutup kepala.

Wanita mengenakan gaun untuk Misa Kudus.

Sangat langka untuk mengetahui ada orang Katolik bercerai.

Semua keluarga memiliki banyak anak-anak bahagia.

Umat Katolik menghormati Paus, para uskup, imam dan religius.

Umat Katolik menghormati Paus, para uskup, imam dan religius.

Sebagian besar orang sering pergi ke pengakuan.

Semua umat Katolik percaya pada kehadiran nyata Yesus dalam Sakramen Mahakudus.

Semua umat Katolik percaya pada kehadiran nyata Yesus dalam Sakramen Mahakudus.

Semua umat Katolik percaya bahwa Gereja Katolik adalah Gereja Sejati yang hanya didirikan oleh Yesus Kristus.

Anak-anak tahu iman Katolik mereka.

Anak-anak tahu iman Katolik mereka.

Saturday, December 19, 2015

Mujizat Kedua Diakui Vatikan, Bunda Teresa dari Kalkuta Akan Menjadi Santa


ROMA - Paus Fransiskus mengakui mujizat kedua yang dilakukan oleh Bunda Teresa sehingga tahun depan, bunda bagi kaum papa itu akan dinobatkan sebagai santa (orang kudus). Mujizat tersebut berupa kesembuhan seorang pria Brazil yang menderita tumor otak pada tahun 2008, setelah Bunda Teresa mendoakan kesembuhannya.

Kerabat pria tersebut memanjatkan doa kepada Bunda Teresa dan pria itu sembuh, meskipun dokter tidak bisa menjelaskan bagaimana penyembuhan itu terjadi.

"Seorang anggota komite medis Vatikan menganggap kesembuhan secara tiba-tiba itu sebagai sesuatu yang tidak bisa dijelaskan secara gamblang menurut pengetahuan medis masa kini," kata Frater Brian Kolodiejchuk, kepala promotor urusan kesucian.

Umat Katolik percaya bahwa santa adalah seseorang yang hidup dalam kekudusan dan telah berada di surga. Para santa dan santo menjadi teladan bagi orang-orang yang masih hidup, serta diyakini menjadi perantara orang-orang yang menyampaikan permohonannya di dalam doa.

Seseorang dapat menjadi seorang santa/santo jika seseorang tersebut memiliki keistimewaan, spiritualnya menginspirasi, yang dibuktikan dalam wujud "mujizat". Dalam banyak kasus, dua mujizat yang diakui menjadi syarat seseorang sebagai santa/santo. Dua mujizat tersebut harus melalui perantaraan doa seorang calon santa/santo, itu menjadi syarat yang dibutuhkan.

Juru bicara Tahta Suci, Thomas Rosica, mengungkapkan lewat Twitter, bahwa Bunda Teresa akan dikanonisasi atau disebut sebagai santa pada September 2016, bertepatan dengan peringatan 19 tahun kematian Bunda Teresa.

Bunda Teresa meninggal pada 1997 dan mendapat beatifikasi, yaitu langkah pertama untuk dinobatkan sebagai santa, dari Paus Yohanes Paulus II tahun 2003. Dia meraih hadiah Nobel Perdamaian atas pelayanannya kepada kaum miskin di kawasan kumuh India, Kalkuta.

�Bapa Suci telah memberikan otoritas kepada Kongregasi bagi Penyebab Penganugerahan Gelar Santo/Santa untuk mengumumkan keputusan mengenai mujizat terkait Bunda Teresa yang diberkati,� kata Vatikan hari Jumat (18/12).

Mujizat pertama Bunda Teresa yang diakui adalah penyembuhan seorang perempuan berusia 30 tahun dari penyakit tumor perut setelah berdoa melalui perantaraan Bunda Teresa.

Monika Besra adalah wanita India yang menderita tumor perut. Dia sudah menjalani proses pengobatan, tetapi tidak sembuh. Pemikirannya bahwa ia tidak akan hidup lama lagi. Suatu hari rasa sakit kembali mendera, Monika mengambil liontin Bunda Teresa lalu berdoa, seketika itu juga sakitnya pun hilang. Beberapa jam kemudian, tumornya dinyatakan sembuh. Komite Vatikan menyatakan tidak menemukan penjelasan ilmiah atas penyembuhan itu sehingga mengumumkannya sebagai mujizat.

Hanya ada sedikit informasi terkait pemulihan pria Brazil tersebut. Kantor Berita Katolik menyebutkan identitas pria itu tidak dibuka kepada publik untuk memungkinkan penyelidikan yang diperlukan.


Hadiah Natal
Di Kalkuta, Sunita Kumar, juru bicara Misionaris Cinta Kasih Bunda Teresa, mengatakan, para biarawati sangat bahagia mendengar kabar tersebut.

�Kami sangat bahagia dengan berita itu. Saya sangat terharu, tentu saja. Saya melihat begitu banyak mujizat sejak sekarang dan kemudian, tapi saya tidak bisa lebih bahagia dari pada sekarang,� ujar juru bicara untuk Misionaris Cinta Kasih Bunda Teresa yaitu lembaga misi yang berdiri tahun 1950.

"Kami merasa seluruh hidupnya itu keajaiban. Sepanjang hidupnya didedikasikan untuk kaum miskin dan tidak ada satu hal pun yang dipikirkannya selain pelayanan. Semua orang diterima dan tidak ada halangan dalam menjalankan tugasnya," tambahnya.

Senada dengan itu, Suster Christie yang juga dari lembaga itu juga menyatakan kebahagiaannya atas berita itu. �Jelas kami semua di Misinonaris Cinta Kasih sangat bahagia, tapi kami belum memiliki rencana tertentu untuk merayakan pengumuman ini,� ujarnya.

Uskup Agung Kalkuta, Monsignor Thomas DSouza, menganggap berita dari Roma itu adalah hadiah Natal terbaik.

"Seluruh hidup dan pelayanannya yang ditujukan untuk orang-orang miskin kini akan secara resmi diakui. Kami bersyukur pada Tuhan," kata dia.

Misionaris Cinta Kasih saat ini memiliki lebih dari 4.500 biarawati di seluruh dunia dan bermarkas di kediaman Bunda Teresa di pusat Kalkuta. Di sana, lembaga itu membangun 19 rumah untuk para perempuan, yatim piatu, dan kaum lanjut usia (lansia), tempat ribuan orang miskin hidup di sana. Lembaga itu juga mendirikan sebuah rumah sakit khusus AIDS dan penderita kusta. Dunia memuji keberadaan Misionaris Cinta Kasih yang didirikan Bunda Teresa.

Monday, December 14, 2015

Dokumen Vatikan Serukan Yahudi Sebagai Saudara dan Pembawa Firman Tuhan

Tahun lalu Paus Francis bertemu para kaum Yahudi yang menjadi korban Holocaust pada kunjungan ke Yerusalem.

VATIKAN � Vatikan mengatakan kepada umat Katolik bahwa mereka tidak diharuskan untuk mengubah kepercayaan umat Yahudi dan menekankan bahwa kedua keyakinan itu memiliki hubungan yang 'unik.'

Hal ini dipandang sebagai upaya baru Vatikan untuk menjauhkan diri dari abad yang dipenuhi ketegangan dan prasangka antar Kristen-Yahudi.

Dokumen yang dirilis pada hari Kamis, 10 Desember bukan naskah doktrinal, tapi sebuah "stimulus untuk masa depan", kata Vatikan.

Hal ini didasarkan pada naskah berjudul "Nostra Aetate" (Di Masa Kita), 50 tahun lalu, yang menjelaskan kembali hubungan Vatikan dengan Yudaisme.

Naskah Nostra Aetate berisi penolakan terhadap konsep dosa kolektif orang-orang Yahudi atas penyaliban Yesus Kristus.

Saudara kita
Dokumen baru berjudul "Berkat dan Panggilan Tuhan tak bisa ditarik lagi" yang ditulis oleh komisi hubungan keagamaan dengan Yahudi, mengungkapkan "Gereja Katolik tidak melakukan atau mendukung misi institusional yang diarahkan kepada Yahudi".

Yudaisme, disebutkan dokumen itu, "tidak dianggap sebagai agama lain; Yahudi justru adalah kakak kita".

Dikatakan juga bahwa, dalam kehadiran Yahudi, umat Katolik harus mengekspresikan keyakinan mereka "dengan cara yang rendah hati dan bersahaja, mengakui bahwa Yahudi adalah pembawa Firman Tuhan, khususnya dalam memandang tragedi besar Shoah (Holocaust)".

Dokumen tersebut mengatakan bahwa Yahudi dan Katolik harus bersama-sama memerangi semua bentuk anti-Semit, serta mengutuk pembantaian Nazi terhadap Yahudi dalam Perang Dunia II.

"Sejarah mengajarkan kita bagaimana bahkan bentuk anti-Semitisme yang selewatan pun bisa mengakibatkan tragedi kemanusiaan Holocaust, yang memusnahkan dua pertiga kaum Yahudi di Eropa saat itu."

Tak ada pembahasan langsung tentang Inkuisisi abad pertengahan, saat Gereja Katolik memburu kaum yahudi dan memaksa mereka memeluk agama Kristen.

Dua perwakilan Yahudi, Rabbi David Rosen dan Dr Ed Kessler bergabung bersama Kardinal Kurt Koch dan Pater Norbert Hofmann dari Komisi Vatikan menyampaikan dokumen itu pada hari Kamis.

Thursday, November 26, 2015

Kecupan Ajaib Paus Fransiskus Sembuhkan Bayi dari Tumor Otak Ganas


PHILADELPHIA - Seorang bayi berumur satu tahun, pengidap tumor otak, mengalami keajaiban setelah dikecup oleh pemimpin umat Katolik, Paus Fransiskus.

Gianna, mengidap tumor ganas di bagian otaknya. Malangnya dokter mevonis bahwa tumor itu tidak dapat diangkat.

Pada bulan September 2015, ketika Paus Fransiskus mengunjungi Philadelphia dalam misi Kepausan, orangtua Gianna membawanya ke hadapan Paus, dan memintanya untuk mengecup kepala putri mereka.

Setelah beberapa bulan berselang, nampak kondisi kesehatan Gianna membaik, dimana dokter mengatakan ukuran tumor di otaknya terus mengecil.

"Dia semakin membaik, dan bertambah kuat," ujar Kristen Masciantonio, ibu dari Gianna, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (23/11/2015).

Kristen dan suaminya, Joey Masciantonio menilai kecupan Paus Fransiskus telah membawa keajaiban bagi putrinya. 

Hasil ronsen otak bayi Gianna yang sembuh dari tumor otak

Berdasarkan hasil ronsen MRI yang dilakukan di bagian otak Gianna yang terjangkiti tumor dari Agustus dan November menunjukkan perbedaan yang nyata. Seakan-akan menciut, tumor di bagian otak Gianna berangsur-angsur mengecil, nyaris tak terlihat dibanding Agustus silam.

"Tahun lalu kehidupannya sangat menyedihkan. Sekarang kami bisa menjalani kehidupan bersamanya. Saya pikir ini semua dari Allah.Saya percaya Paus adalah utusan dari Tuhan," ujar Joey.

Keluarga Masciantonio juga memiliki pendapat yang sama. Mereka menganggap kesembuhan yang dialami oleh Gianna merupakan bentuk campur tangan dari Yang Maha Kuasa.

Terlepas dari membaiknya kondisi Gianna, keluarga Masciantonio optimistis akan masa depan Gianna dan berharap mereka bisa menceritakan kisah tentang ciuman Paus Fransiskus yang mengubah hidup di Philadelphia.

Wednesday, October 7, 2015

Supremasi Gereja Katolik Roma


Supremasi Roma (Rome Supremacy) adalah gelar keutamaan dan otoritas/wewenang/kekuasaan yuridis yang dimiliki oleh Uskup Roma atas seluruh umat beriman, untuk mendefinisikan dan memutuskan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan iman dan moral. Supremasi Roma adalah amanat dari Tuhan kepada Petrus, merupakan iman orthodox yang diwarisi langsung dari para rasul, dipegang teguh oleh para penerus-penerusnya dan diimani oleh Gereja Katolik Roma sampai saat ini, seperti yang telah dirumuskan secara mutlak dalam Konsili Vatikan (1870 M).

Konsili Vatikan (1870 M)
Session 4: 18 Juli 1870


Bab 1: Mengenai institusi keutamaan apostolik yang diterima oleh Petrus yang terberkati.

1. Kami mengajarkan dan menyatakan bahwa
- menurut bukti-bukti dalam Kitab Suci
- sebuah otoritas yuridikasi atas seluruh Gereja Allah
- pada saat itu juga dan secara langsung dijanjikan kepada rasul Petrus yang terberkati dan diberikan kepadanya oleh Kristus Tuhan

DIJANJIKAN
2. Hanya kepada Simon seorang, kepadanya Dia telah bersabda
"Engkau akan disebut Kephas" (Yoh 1 : 42);
bahwa Tuhan, setelah pengakuan Simon
"Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup",
Tuhan bersabda
- "Terberkatilah engkau, Simon bin Yonas. Karena bukan daging dan darah yang telah mewahyukan hal ini kepadamu, tetapi BapaKu yang ada di surga
- Dan aku berkata kepadamu, engkau adalah Petrus, dan di atas karang ini Aku akan mendirikan GerejaKu, dan maut tidak akan berkuasa atasNya. Aku memberikan kepadamu kunci kerajaan surga, dan apapun yang engkau ikat di atas bumi akan diikat di surga, dan apapun yang engkau lepas di atas bumi akan dilepas di surga.

DIBERIKAN
3. Dan hanya kepada Petrus seorang bahwa Yesus setelah kebangkitanNya, memberikan kekuasaan yuridiksi sebagai pastor utama dan pemimpin dari seluruh kawanan domba-dombaNya, dengan bersabda:
- Gembalakan domba-dombaKu, gembalakan domba-dombaKu (Yoh 21 : 15-17)
4. Mengenai ajaran Kitab Suci yang termanifestasi secara mutlak ini, sebagaimana yang telah dipahami oleh Gereja Katolik selama ini, secara jelas menentang opini-opini salah dari mereka yang salah menginterpretasikan bentuk pemerintahan yang telah didirikan oleh Kristus Tuhan dalam GerejaNya dan (menentang mereka yang) menyangkal bahwa Petrus telah dipilih dari antara semua para rasul lainnya, baik secara perorangan maupun keseluruhan, telah dianugerahi oleh Kristus dengan sebuah keutamaan yuridiksi yang sejati dan layak.
5. Hal yang sama telah disampaikan kepada mereka yang menyatakan bahwa keutamaan ini tidak diberikan pada saat itu juga secara langsung kepada Petrus yang terberkati, tetapi diberikan kepada Gereja, dan bahwa oleh Gereja lah kekuasaan ini diberikan kepada Petrus dalam kedudukannya sebagai pelayan.
6. Oleh karenanya, jika seseorang berkata:
- Rasul Petrus yang terberkati tidak ditunjuk oleh Kristus Tuhan sebagai pangeran atas para rasul dan bukan kepala yang kasat mata dari seluruh Gereja militan, atau bahwa
- keutamaan itu adalah kehormatan keutamaan semata dan bukan yuridiksi yang sejati dan selayaknya yang diterima secara langsung dan saat itu juga dari Tuhan kita Yesus Kristus sendiri
biarlah dia menjadi anathema.

Bukti Alkitabiah Tentang Supremasi Roma
(terjemahan bebas dari http://www.newadvent.org/cathen/12260a.htm)

Bukti alkitabiah yang menunjukkan bahwa Kristus menunjuk Petrus sebagai kepala GerejaNya, dapat ditemukan dalam dua perikop berikut: Mat 16 : 17-19 dan Yoh 21 : 15 - 17

Mat 16 : 17-19
17Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
19Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."


�Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.� Hak istimewa yang dijanjikan di sini dianugerahkan secara pribadi kepada Petrus. Pernyataan iman Petrus adalah pernyataan pribadi, bukan atas nama para rasul sebagaimana yang sering kali diperkirakan. Ini adalah bukti dari Sabda Kristus sendiri. Kristus menyatakan kepada para rasul, membedakan Petrus dengan menyebut namanya �Simon bin Yunus�, suatu berkat yang unik dan pribadi, menyatakan bahwa pengetahuan Petrus mengenai keilahian Pribadi Putra berasal dari wahyu khusus yang dianugerahkan kepada Petrus oleh Bapa. Hal ini selaras dengan Sabda Yesus sebelum peristiwa ini: Mat 11 : 27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

�Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus�� Lebih lanjut Kristus membalas pengakuan Petrus mengenai keilahianNya, dengan menganugerahkan kepada Petrus sebuah imbalan yang layak:
Engkau adalah Petrus (Cepha) dan di atas karang (Cepha) ini Aku akan mendirikan GerejaKu
Kata �Petrus� dan �karang� dalam bahasa aslinya (bahasa Aram) adalah satu kata yang sama. Hal ini memberikan bukti bahwa usaha-usaha untuk membenarkan bahwa kata �karang� tidak mengacu pada Petrus adalah merupakan interpretasi yang salah. Dari sini terlihat jelas bahwa Petrus lah Sang Batu Karang Gereja.
Sedangkan istilah �ecclesia� yang digunakan di sini sebenarnya berasal dari bahasa Ibrani �qahal�, sebuah nama yang digunakan umat Ibrani sebagai Gereja Allah.

�dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku ...� Selanjutnya di frasa ini, Kristus secara gamblang mengajarkan bahwa di kemudian hari Gereja akan menjadi kumpulan / komunitas orang-orang yang mengenal Kristus, dan bahwa Gereja ini akan didirikan di atas Petrus.
Ekspresi ini sama sekali tidak rumit. Baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Gereja seringkali disebut dengan metafora sebagai �rumah Tuhan� (Bil 12: 7, Yer 12 : 7, Hos 8 : 1, 9 : 15, 1 Kor 3 : 9 � 17, Ef 2 : 20, 1 Tim 3 : 5, Ibr 3 : 5, 1 Pet 2 : 5). Petrus adalah fondasi bagi Gereja dalam konteks sebagai sebuah rumah.

�dan alam maut tidak akan menguasainya.� Melalui persatuan Gereja dengan Petrus lah, Kristus melanjutkan, bahwa Gereja akan jaya dalam perjuangan panjangnya melawan si jahat.
dan alam maut tidak akan menguasainya
Tidak ada penjelasan lain untuk metafora ini. Satu-satunya cara seseorang dapat mempertahankan hubungan yang demikian (jaya melawan si jahat) dalam suatu komunitas yang sangat besar adalah dengan memiliki kekuasaaan / otoritas atas komunitas ini. Kepala tertinggi dari suatu komunitas, dalam ketergantungannya dengan otoritas-otoritas di bawahnya, dia sendiri (kepala tertinggi) dapat dkatakan sebagai pokok dari stabilitas, persatuan, dan pertumbuhan.
Janji Kristus ini memerlukan pemahaman sungguh-sungguh dengan mengingat bahwa baik nubuat Perjanjian Lama (Yes 28 : 16) dan Sabda Kristus sendiri (Mat 7 : 24) telah mengungkapkan bahwa kedudukan sebagai batu penjuru Gereja adalah Kristus sendiri. Oleh karenanya, sudah dipastikan bahwa Kristus memberikan kepada Petrus kedudukan sekunder, sebuah wewenang istimewa yang sejatinya hanya dimiliki oleh Kristus, dan oleh karenanya mengasosiasikan Sang Rasul dengan diriNya sendiri untuk memiliki otoritas yang sama.

�Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga.� Dalam ayat berikutnya, Kristus menjanjikan akan memberikan kunci Kerajaan Surga kepada Petrus. Sabda ini mengacu pada kisah dalam Yes 22 : 22, di mana Allah menyatakan bahwa Elyakim bin Hilkia akan diangkat untuk memegang jabatan dari Sebna yang tidak mampu menjalankan tugasnya.
Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya; apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
Dalam semua negara, kunci adalah lambang kekuasaan. Oleh karenanya, Sabda Kristus adalah sebuah janji bahwa dia telah memberikan kepada Petrus kekuasaan tertinggi untuk memerintah GerejaNya. Petrus adalah wakil; untuk mewakili Kristus dalam memerintah.

�Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.� Lebih lanjut, karakteristik dan kepenuhan dari wewenang  yang diberikan kepada Kristus telah dinyatakan. Kekuasaan ini adalah kekuasaan untuk �mengikat� dan untuk �melepas�; kata-kata yang mengungkapkan kekuasaan legislatif dan yudisial yang sangat besar. Dan kekuasaan ini dianugerahkan dalam kapasitas yang sepenuhnya. Apapun yang Petrus ikat atau lepaskan di bumi, tindakannya akan memperoleh ratifikasi ilahi (kebenaran ilahi).

Keberatan-keberatan yang muncul atas ajaran ini:
Interpretasi dari perikop di atas tidak pernah ditentang oleh penulis manapun sampai kemunculan bidaah-bidaah di abad ke-16 (catatan: silakan dilihat kumpulan ajaran-ajaran bapa-bapa Gereja sebelum abad 16 tentang hal ini). Sejak saat itu, bermacam-macam interpretasi dikemukakan oleh para protestant controversialists. Interpretasi-interpretasi ini membenarkan dalam porsi kecil penolakan atas logika dari Sabda Kristus. Beberapa kontroversi Anglikan cenderung untuk melihat bahwa anugerah yang dijanjikan kepada St. Petrus adalah porsi besar yang diperolehnya sebagai pelopor dalam kegiatan-kegiatan Gereja Perdana, tapi Petrus tidak pernah lebih dari sekedar �primus inter pares�, yang pertama dari antara para rasul.
Hal ini, sebagaimana telah dijelaskan mengenai janji Kristus di atas, telah terbukti sebagai klaim yang lemah.

Yoh 21 : 15 - 17
15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.


(Catatan: Harap diperhatikan perikop pendahulunya, bahwa Kristus bersabda kepada Petrus di hadapan para rasul lainnya setelah mereka semua menyantap sarapan, yang artinya Sabda ini ditujukan khusus kepada Petrus seorang).

Janji yang diberikan oleh Kristus dalam Mat 16 : 16 - 19 sepenuhnya digenapi setelah kebangkitanNya dalam perikop yang dikisahkan Yoh 21 : 15 - 17. Di sini Tuhan, ketika akan meninggalkan bumi, meletakkan seluruh kawanan dombaNya dalam asuhan Sang Rasul. Istilah yang digunakan dalam ayat 16 (dalam bahasa aslinya): �Jadilah gembala (poimaine) domba-dombaKu� mengindikasikan bahwa amanat ini bukan hanya semata-mata untuk memberi makan tetapi juga untuk memerintah. Kata yang sama juga digunakan dalam Maz 2 : 9 (Septuaginta): �Engkau akan memerintah (poimaneis) mereka dengan gada besi�.

Kisah dalam perikop ini menunjukkan kesamaan dengan dengan kisah dalam perikop Mat 16. Setelah imbalan yang diberikan kepada Petrus setelah pengakuan imannya yang menjadikan dia unggul / unik dari kesebelas rasul lainnya, di sini Kristus meminta pernyataan yang serupa, tapi kali ini dengan tingkat kebajikan yang lebih tinggi: �Simon anak Yohanes, mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?�. Di sini juga, seperti pada kisah sebelumnya, Kristus menganugerahkan kepada Sang Rasul sebuah jabatan yang sejatinya dimiliki oleh diriNya sendiri. Di sini Kristus menjanjikan untuk menjadikan Petrus batu landasan bagi rumah Tuhan, di mana Dia menjadikan Petrus gembala bagi kawanan domba Allah dalam posisi seperti diriNya, Sang Gembala Yang Baik.

Perikop ini menerima komentar yang sangat baik dari St. Chrysostom:
Dia bersabda kepadanya: �Gembalakan domba-dombaKu�. Mengapa Dia tidak menyampaikan kepada rasul lainnya tetapi berkata mengenai domba-domba hanya kepada Petrus? Petrus adalah yang terpilih dari antara para rasul, juru bicara para murid, kepala dari paduan suara. Untuk alasan inilah Paulus pergi untuk menghadap dia dan bukan kepada rasul-rasul lainnya. Dan juga untuk menunjukkan kepadanya bahwa dia harus memiliki kepercayaan diri sekarang bahwa penyangkalannya telah diampuni. Kristus mempercayakan kepadanya otoritas untuk memimpin (prostasia) atas saudara-saudaranya. Jika seseorang berkata �Kalau memang demikian, mengapa Yakobus yang menerima takhta Yerusalem?�. Aku menjawab  bahwa Kristus menjadikan Petrus sebagai guru bukan untuk takhta tertentu, melainkan untuk seluruh dunia.
(St. John Chrysostom, Homili 88 on John, 1. Cf. Origen, �In Ep. Ad Rom.� 5:10; Ephraem Syrus "Hymn. in B. Petr." in "Bibl. Orient. Assemani", 1:95;Leo I, "Serm. iv de natal.", 2)


Bahkan beberapa komentator protestan secara gamblang menyatakan bahwa Kristus tanpa diragukan bermaksud untuk memberikan imamat tertinggi kepada Petrus. Tapi cendekiawan lainnya, mengandalkan pada tulisan St. Cyril dari Alexandria (�In Joan.� 12:1) bertahan pada pendapat bahwa tujuan dari pertanyaan Kristus yang diulang 3 kali secara sederhana adalah untuk mengembalikan posisi Petrus dalam bilangan para rasul, di mana penyangkalannya sebanyak 3 kali kemungkinan telah menyebabkan dia kehilangan kedudukannya sebagai rasul itu. Interpretasi ini sebetulnya tidak memiliki kemungkinan kebenaran. Tidak ada satu kata pun dalam Kitab Suci atau dalam tradisi para rasul yang mengindikasikan bahwa Petrus telah kehilangan jabatannya sebagai rasul, dan bahwa teori ini telah mengacuhkan kenyataan bahwa pada peristiwa kebangkitan Kristus, dia menerima kuasa apostolik yang sama dengan kesebelas rasul lainnya. Pernyataan St. Cyril yang bersahaja ini sama sekali tidak bermaksud untuk menentang kekuasaan patristic mengenai pandangan lainnya (catatan: St. Cyril tidak bermaksud menurunkan wibawa Petrus, sehingga memberi kesempatan untuk menyatakan bahwa Petrus tidak layak menerima imamat tertinggi). Melainkan bahwa interpretasi seperti demikian ini seharusnya telah membuktikan secara sah betapa sulitnya bagi para protestan untuk memahami naskah tersebut.

Ajaran Bapa-bapa Gereja Mengenai Supremasi Roma

Berikutnya akan disajikan kutipan dari ajaran-ajaran bapa-bapa Gereja, yang membuktikan bahwa sejak jaman Gereja Perdana pun iman apostolik mengakui dan tunduk pada otoritas tertinggi yang dimiliki oleh Gereja Katolik Roma (Uskup Roma) sebagai penerus dari "takhta Petrus", sebagaimana telah diuraikan di atas berdasarkan bukti-bukti Kitab Suci.

107 AD
St. Ignatius of Antioch, The Epistle of Ignatius to the Romans

Ignatius, who is also called Theophorus, to the Church which has obtained mercy, through the majesty of the Most High Father, and Jesus Christ, His only-begotten Son; the Church which is beloved and enlightened by the will of Him that wills all things which are according to the love of Jesus Christ our God, which also presides in the place of the region of the Romans, worthy of God, worthy of honour, worthy of the highest happiness, worthy of praise, worthy of obtaining her every desire, worthy of being deemed holy, and which presides over love (prokathemene tes agapes), is named from Christ, and from the Father, which I also salute in the name of Jesus Christ, the Son of the Father: to those who are united, both according to the flesh and spirit, to every one of His commandments; who are filled inseparably with the grace of God, and are purified from every strange taint, [I wish] abundance of happiness unblameably, in Jesus Christ our God.

Terjemahan:
Ignatius, yang juga disebut Theoforus, kepada Gereja yang telah mengalami belas kasihan di dalam kebesaran Allah Bapa dan Yesus Kristus, PuteraNya yang tunggal, yang mengatasi segalanya, Gereja yang dikehendaki oleh Dia yang menghendaki semua yang ada, yang terkasih dan yang diterangi melalui iman dan kasih Yesus Kristus Tuhan kita; yang memimpin di tempat terutama dalam kekuasaan Roma, sebuah Gereja yang layak bagi Tuhan, layak dihormati, layak diberi ucapan selamat, layak dipuji, layak menerima sukses, layak menerima pengudusan, dan memimpin di dalam kasih, mempertahankan hukum Kristus, dan mengemban nama Allah Bapa: kepadanya [Gereja Roma] aku memberi hormat di dalam nama Yesus Kristus Putera Bapa. Ucapan selamat dari hati karena sukacita yang tak tertandingi di dalam Yesus Kristus Tuhan kita, kepada mereka yang dipersatukan di dalam daging dan roh dengan setiap perintahNya; yang tetap menikmati kepenuhan kasih karunia Allah dan dijauhkan dari setiap noda asing, [saya berharap] kelimpahan kebahagiaan tak tercela, di dalam Yesus Kristus Tuhan kita.

Catatan:
St. Ignatius adalah murid langsung dari rasul Yohanes penginjil. Jadi bisa dipastikan bahwa iman St. Ignatius adalah iman apostolik, yang diterima langsung dari rasul Yohanes, salah satu dari ke-12 rasul pertama.
Surat St. Ignatius kepada Gereja Roma, menyampaikan perjuangan St. Ignatius dan Gereja Syria, mengisahkan bagaimana St. Ignatius sudah siap menghadapi kematian sebagai martir Kristus, dan juga memohon dukungan doa untuk Gereja Syria. Terlepas dari isi dari surat ini, kita cermati dalam sapaan pembuka St. Ignatius kepada Gereja Roma, bahwa St. Ignatius menyebut Gereja Roma sebagai Gereja yang unggul / berkuasa atas persaudaraan di dalam kasih ("which preside over love").
Melihat konteks kalimat dan penggunakan kata "preside over love", hal ini berarti bahwa Gereja Roma memiliki otoritas atas persaudaran dalam kasih, dengan kata lain bahwa Gereja Roma memiliki otoritas atas seluruh Gereja lainnya. Hal ini dikuatkan dengan kalimat berikutnya di mana St. Ignatius meneruskan sapaannya kepada mereka yang dalam persekutuan dengan Gereja Roma ini ("to those who are united")

180 AD
St. Iranaeus,
Against Heresies (Book III, Chapter 3)

2. Since, however, it would be very tedious, in such a volume as this, to reckon up the successions of all the Churches, we do put to confusion all those who, in whatever manner, whether by an evil self-pleasing, by vainglory, or by blindness and perverse opinion, assemble in unauthorized meetings; [we do this, I say,] by indicating that tradition derived from the apostles, of the very great, the very ancient, and universally known Church founded and organized at Rome by the two most glorious apostles, Peter and Paul; as also [by pointing out] the faith preached to men, which comes down to our time by means of the successions of the bishops. For it is a matter of necessity that every Church should agree with this Church, on account of its preeminent authority, that is, the faithful everywhere, inasmuch as the tradition has been preserved continuously by those [faithful men] who exist everywhere.

Terjemahan:
Karena adalah terlalu panjang untuk dibahas di buku ini, untuk menuliskan suksesi [jalur apostolik] dari semua Gereja-gereja, kami menyalahkan mereka semua yang, dengan cara apapun, entah karena kesenangan diri sendiri yang jahat, karena mencari kemuliaan diri sendiri, atau karena ketidaktahuan dan pendapat yang keliru, bergabung dengan pertemuan-pertemuan yang tidak sah; [kami melakukan ini, aku mengatakan] dengan menunjukkan bahwa tradisi diperoleh dari para rasul, dari Gereja yang sangat besar, sangat tua, sangat luas dikenal sebagai Gereja yang didirikan dan dipimpin di Roma oleh kedua Rasul yang mulia, Petrus dan Paulus; sebagai iman yang dikhotbahkan kepada manusia, yang sampai kepada jaman kita oleh karena suksesi para uskup. Sebab adalah suatu kepastian bahwa setiap Gereja harus setuju dengan Gereja ini [Gereja Roma], oleh karena otoritasnya yang utama, yaitu atas semua umat beriman di manapun berada, sepanjang tradisi apostolik telah dipertahankan oleh mereka [para uskup] yang ada di mana-mana.

Catatan:
Dalam tulisan di buku III bab 3 ini, St. Irenaeus sedang melawan para bidaah dan sedang menekankan fakta bahwa dalam semua Gereja, suksesi apostolik para uskup secara abadi tetap dipelihara.
Yang menarik, St. Iranaeus menyatakan bahwa semua Gereja harus tunduk kepada Gereja Roma, dikarenakan otoritas yang unggul atas semua umat beriman di mana saja seturut tradisi yang telah dipelihara secara terus menerus oleh semua orang beriman.

250 AD
St. Cyprian of Carthage, Epistle 51 - to Antonius,

Moreover, Cornelius was made bishop by the judgment of God and of His Christ, by the testimony of almost all the clergy, by the suffrage of the people who were then present, and by the assembly of ancient priests and good men, when no one had been made so before him, when the place of Fabian, that is, when the place of Peter and the degree of the sacerdotal throne was vacant; which being occupied by the will of God, and established by the consent of all of us, whosoever now wishes to become a bishop, must needs be made from without; and he cannot have the ordination of the Church who does not hold the unity of the Church.


Terjemahan:
Lebih lanjut, Cornelius diangkat sebagai uskup berdasar keputusan Allah dan Kristus, berdasar kesaksian hampir semua klergi, dipilih oleh orang-orang yang hadir pada waktu itu, dan oleh kumpulan imam-imam kuno dan orang-orang saleh, ketika tidak seorangpun telah dipilih sebelum dia, ketika jabatan Fabian, yaitu ketika jabatan Petrus dan tahkta keuskupan tertinggi sedang kosong; yang sekarang telah diisi oleh kehendak Allah, dan didirikan atas sepengetahuan kita semua, maka siapapun yang sekarang ingin menjadi uskup, sejatinya dia harus diangkat tanpa-nya (catatan: tanpa persekutuan dengan takhta ini), dan dia tidak dapat memperoleh tahbisan dari Gereja karena dia dia tidak memiliki persekutuan dengan Gereja.


Catatan:
St. Cyprian adalah uskup Carthage, dan menarik untuk dicatat bahwa keuskupan Carthage secara yuridis berada di bawah Gereja Alexandria. Pada waktu surat ini dituliskan, penganiayaan terhadap Gereja sedang mereda. Sebelumnya, orang-orang kristen dipaksa untuk meninggalkan iman mereka, dan mereka dieksekusi jika tetap memegang iman kristen. Paus terakhir pada masa penganiayaan itu, yaitu paus Fabian, baru saja dieksekusi, dan kursi Petrus pada waktu itu telah kosong. Ketika penganiayaan ini mereda, Gereja dapat melakukan pemilihan lagi, dan paus Cornelius yang saleh telah dipilih, meskipun paus Cornelius pada waktu itu tidak menghendakinya. Tapi pada saat yang hampir bersamaan, di tempat lain, Novatus telah diangkat oleh pendukung-pendukungnya sebagai paus, dan tentu saja Novatus adalah anti-paus dan tidak sah sebagai penerus Petrus bagi Gereja. Dan kecenderungan untuk orang-orang mengambil jabatan dalam Gereja juga terjadi di mana-mana, dan banyak orang yang mengangkat dirinya sendiri atau diangkat oleh pendukung-pendukungnya sebagai uskup dalam Gereja.
Itulah sebabnya, dalam kutipan di atas, St. Cyprian menjelaskan kepada Antonius mengenai Cornelius yang telah dipilih dan secara sah telah menjadi paus sejati untuk memimpin  Gereja, dan orang-orang yang berdasar kepentingan dan nafsu pribadi ingin menjadi uskup harus mengangkat diri sendiri tanpa persetujuan Gereja, tapi mereka tidak akan pernah mendapat tahbisan dari Gereja karena tanpa persekutuan dengan Gereja hal ini tidak mungkin bisa terlaksana.
Terlepas dari isi dari surat ini, tulisan St. Cyprian ini telah membuktikan bahwa persekutuan dengan Gereja Roma, di mana penerus jabatan Petrus duduk di sana, adalah mutlak diperlukan bagi Gereja manapun.

250 AD
St. Cyprian, Epistle 54 - to Cornelius.

� � � After such things as these, moreover, they still dare� a false bishop having been appointed for them by, heretics� to set sail and to bear letters from schismatic and profane persons to the throne of Peter, and to the chief church whence priestly unity takes its source; and not to consider that these were the Romans whose faith was praised in the preaching of the apostle, to whom faithlessness could have no access� � �
http://www.newadvent.org/fathers/050654.htm


Terjemahan:
� � �Setelah semua hal ini, terlebih lagi, mereka masih berani � seorang uskup palsu yang diangkat bagi mereka, oleh bidaah � untuk berangkat dan membawa surat-surat dari skismatik dan menghina orang-orang di bawah persekutuan dengan takhta Petrus, dan kepada sang pemimpin Gereja dimana persatuan para imam bersumber darinya; dan tidak memandang bahwa mereka dahulunya adalah orang-orang Romawi yang imannya dipuji dalam ajaran-ajaran para rasul, dimana ketidak-percayaan tidak dapat memasukinya� � �


Catatan:
Dalam suratnya ini, St. Cyprian, yang adalah uskup Carthage, memperingati Paus Cornelius untuk tidak mengindahkan hasutan dari Felicissimus dan Fortunatus yang adalah pemimpin dari gerakan skismatik di Carthage, yang mendatangi Roma untuk memperoleh dukungan dalam melawan St. Cyprian. Mereka ini memiliki pandangan yang berbeda dengan St. Cyprian dalam menghadapi para orang-orang murtad atau para pendosa yang bertobat dan hendak kembali ke Gereja. Mereka tidak setuju dengan St. Cyprian yang menerima kembali para pendosa ini.
Yang patut disoroti dari surat ini, St. Cyprian mengatakan bahwa orang-orang ini berani menghina orang-orang yang bersekutu dengan takhta Petrus (mengacu pada St. Cyprian dan pengikut-pengikutnya), dan juga berani menghina pemimpin Gereja (the chief church), mengacu pada Paus Cornelius, di mana menurut St. Cyprian, persatuan para imam bersumber pada sang pemimpin (paus).
Terlihat jelas dari surat ini, bahwa persekutuan dengan Roma, sebagaimana St. Cyprian bersekutu dengan Roma, adalah mutlak diperlukan bagi Gereja dalam menghadapi serangan-serangan dari skismatik dan bidaah.

251 AD
St. Cyprian, Treatise 1 � On the Unity of the Church.

� � �
4. If any one consider and examine these things, there is no need for lengthened discussion and arguments. There is easy proof for faith in a short summary of the truth. The Lord speaks to Peter, saying, �I say unto you, that you are Peter; and upon this rock I will build my Church, and the gates of hell shall not prevail against it. And I will give unto you the keys of the kingdom of heaven; and whatsoever you shall bind on earth shall be bound also in heaven, and whatsoever you shall loose on earth shall be loosed in heaven.� And again to the same He says, after His resurrection, �Feed my sheep.� And although to all the apostles, after His resurrection, He gives an equal power, and says, �As the Father has sent me, even so send I you: Receive the Holy Ghost: Whose soever sins you remit, they shall be remitted unto him; and whose soever sins you retain, they shall be retained; �John 20:21 yet, that He might set forth unity, He arranged by His authority the origin of that unity, as beginning from one. Assuredly the rest of the apostles were also the same as was Peter, endowed with a like partnership both of honour and power; but the beginning proceeds from unity. Which one Church, also, the Holy Spirit in the Song of Songs designated in the person of our Lord, and says, �My dove, my spotless one, is but one. She is the only one of her mother, elect of her that bare her.� Song of Songs 6:9 Does he who does not hold this unity of the Church think that he holds the faith? Does he who strives against and resists the Church trust that he is in the Church, when moreover the blessed Apostle Paul teaches the same thing, and sets forth the sacrament of unity, saying, �There is one body and one spirit, one hope of your calling, one Lord, one faith, one baptism, one God? �Ephesians 4:4
http://www.newadvent.org/fathers/050701.htm


Terjemahan:
Jika siapapun menimbang dan mempelajari semuanya ini, maka tidak diperlukan lagi memperpanjang diskusi dan argumentasi. Ada cara mudah untuk membuktikan iman yang benar melalui ringkasan tentang kebenaran. Tuhan bersabda kepada Petrus: �Aku berkata kepadamu, engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini aku akan mendirikan GerejaKu, dan gerbang maut tidak akan berkuasa atasNya. Dan aku akan memberikan kepadamu kunci kerajaan surga, dan apapun yang engkau ikat di bumi akan diikat di surga, dan apapun yang engkau lepaskan di bumi akan dilepaskan di surga.� Dan sekali lagi kepada orang yang sama Dia bersabda, setelah kebangkitanNya: �Gembalakan domba-dombaKu�. Dan meskipun kepada semua rasul, setelah kebangkitanNya, dia memberikan kuasa yang sama, dan bersabda: �Seperti BapaKu telah mengutus Aku, demikian pula Aku mengutus engkau: Terimalah Roh Kudus: siapapun yang dosanya engkau ampuni, mereka telah diampuni, dan siapapun yang engkau nyatakan dosanya masih ada, dosanya masih ada (Yoh 20 : 21); namun demikian, agar Dia dapat mendirikan persatuan, Dia membuat melalui kuasaNya suatu sumber dari persatuan itu, sebagai permulaan dari Gereja yang Satu. Dapat dipastikan bahwa semua rasul lainnya adalah sama seperti Petrus, dipercayai untuk memegang tugas yang sama baik dalam hal kehormatan maupun kuasa, tapi permulaan ini berasal dari persatuan. Gereja yang Satu itu juga lah, yang oleh Roh Kudus dalam kitab Kidung Agung dinyatakan di dalam pribadi Tuhan kita, bersabda: Engkau merpatiKu, yang tidak bernoda, adalah satu. Dia adalah anak satu-satu dari ibunya, yang dipilih dari yang dilahirkannya� (Kidung Agung 6 : 9). Apakah dia yang tidak memiliki persatuan dengan Gereja mengira bahwa dia memiliki iman? Apakah dia yang melawan dan menentang Gereja mempercayai bahwa dia di dalam Gereja, terlebih lagi ketika rasul Paulus yang terberkati mengajarkan hal yang sama, dan menyatakan sakramen persatuan, dengan berkata: �Hanya satu tubuh dan roh, satu harapan dari seruanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah�? (Ef 4 : 4)


Catatan:
Ketika skisma Novatian, yaitu skisma yang dipelopori oleh anti-paus Novatian dan pengikut-pengikutnya semakin meresahkan umat, St. Cyprian menuliskan pernyataan-pernyataan untuk memberikan tuntunan bagi umat agar tidak terhanyut oleh ajaran-ajaran palsu. Dalam paragraf-paragraf pendahulu dari kutipan di atas, St. Cyprian memperingatkan dan mewanti-wanti umat untuk waspada terhadap jeratan �sang ular�, yang menurutnya lebih berbahaya dari penganiayaan dari penguasa atau serangan terbuka dari musuh-musuh Gereja, karena �sang ular� menyerang secara diam-diam dengan tipuan-tipuan yang seolah-olah menawarkan damai dan suka cita surgawi. Secara khusus St. Cyprian menekankan agar berhati-hati terhadap skisma dan ajaran-ajaran bidaah.
Di sini disajikan kutipan dari tulisan St. Cyprian, yang mengajarkan bahwa cara mudah untuk melawan skisma dan bidaah, adalah dengan memegang amanat Tuhan Yesus, bahwa Tuhan telah menjadikan Petrus sebagai dasar dari persatuan Gereja, bahwa sekalipun semua rasul diberi kuasa yang sama baik dalam hal kehormatan dan otoritas, tetapi semuanya itu bersumber dari persatuan dengan Sang Batu Karang, yaitu Petrus dan penerus Petrus, tidak lain dan tidak bukan adalah Paus Roma.

367 AD
St. Optatus of Milevis,
Against the Donatist

... ... ...
You cannot then deny that you do know that upon Peter first in the City of Rome was bestowed the Episcopal Cathedra, on which sat Peter, the Head of all the Apostles (for which reason he was called Cephas), that, in this one Cathedra, unity should be preserved by all, lest the other Apostles might claim----each for himself----separate Cathedras, so that he who should set up a second Cathedra against the unique Cathedra would already be a schismatic and a sinner.
... ... ...
http://www.tertullian.org/fathers/optatus_02_book2.htm#27


Terjemahan:
Kamu tidak dapat memungkiri bahwa kamu tahu di atas Petrus lah pertama kali Singgasana Keuskupan didirikan di Roma, di mana Petrus duduk sebagai Kepala dari para rasul / uskup (oleh karena inilah dia disebut sebagai Kephas); bahwa dalam Singgasana ini lah persatuan Gereja dapat dipelihara oleh semua, agar tidak ada rasul / uskup manapun yang akan meng-klaim untuk dirinya sendiri singgasana terpisah, dan dia yang mendirikan singgasana kedua untuk melawan Singgasana yang istimewa ini akan menjadi skisma sekaligus seorang pendosa.


Catatan:
Dalam tulisannya ini, St. Optatus dalam menghadapi skisma Donatist, secara jelas dan gamblang menghardik skisma ini dengan menyuguhkan fakta bahwa singgasana episkopal, hanya didirikan di Roma, dipegang oleh Petrus dan penerusnya, dan khusus didirikan agar tidak ada rasul / uskup manapun mendirikan singgasana tandingan di kemudian hari, agar persatuan seluruh Gereja tetap terpelihara.
St. Optatus secara tegas mengatakan bahwa siapapun yang mendirikan singgasana tandingan, dengan sendirinya telah melakukan mengakibatkan skisma dan dia telah melakukan dosa.

388 AD
Concerning Repentance, Book I,
Chapter 7 - against the Novatians.
St. Ambrose of Milan

� � �
You said to Peter when he excused himself from having his feet washed by You: �If I wash not your feet, you will have no part with Me.� (John 13:8) What fellowship, then, can they have with You, who receive not the keys of the kingdom of heaven, saying that they ought not to remit sins?
And this confession is indeed rightly made by them*, for they* have not the succession of Peter, who hold not the chair of Peter, which they rend by wicked schism; and this, too, they do, wickedly denying that sins can be forgiven even in the Church, whereas it was said to Peter: �I will give unto you the keys of the kingdom of heaven, and whatsoever you shall bind on earth shall be bound also in heaven, and whatsoever you shall loose on earth shall be loosed also in heaven.� (Matthew 16:19)

� � �

Terjemahan:
Engkau (Tuhan Yesus) bersabda kepada Petrus ketika dia menolak Engkau membasuh kakinya: �Jika Aku tidak membasuh kakimu, engkau tidak mendapat bagian di dalamKu� (Yoh 13 : 8). Persekutuan seperti apa yang mereka punya dengan Engkau, mereka yang tidak menerima kunci kerajaan surga, mengatakan bahwa mereka tidak seharusnya mengampuni dosa?
Benarlah pengakuan mereka ini, karena mereka tidak memiliki suksesi dari Petrus, mereka yang tidak duduk di kursi Petrus, yang diakibatkan oleh skisma mereka yang jahat; dan hal ini juga lah yang mereka lakukan, mereka dengan jahatnya menyangkal bahwa dosa-dosa dapat diampuni di Gereja, padahal Tuhan telah bersabda kepada Petrus: �Aku memberikan kepadamu kunci kerajaan surga, dan apapun yang engkau ikat di bumi akan diikat di surga, dan apapun yang engkau lepas di bumi akan dilepas di surga (Mat 16 : 19).


Catatan:
St. Ambrose dari Milan, dalam tulisannya di atas, sedang memposisikan dirinya berbicara kepada Tuhan Yesus, mengenai skisma Novatian (catatan: Novatian adalah anti paus, yang diangkat secara tidak sah sebagai paus melawan paus Cornelius). Dalam skisma ini, Novatian mengajarkan bahwa dia dan para klergi pengikut-pengikutnya tidak seharusnya memberikan pengampunan kepada para pendosa.
Dengan jelas St. Ambrose menyatakan bahwa Novatian ini tidak memiliki suksesi Petrus, dan bahwa Gereja yang memiliki persatuan dengan suksesi Petrus lah yang dapat mengampuni dosa karena mereka lah yang sebenarnya memegang kunci kerajaan surga.

389 AD
"Commentary on Twelve Psalms of David"
St. Ambrose of Milan.

"It is to Peter that He says: 'You are Peter, and upon this rock I will build My Church' (Matthew 16:18). Where Peter is, there is the Church. And where the Church, no death is there, but life eternal."


Terjemahan:
Kepada Petrus lah Tuhan bersabda: �Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan GerejaKu (Mat 16 : 18). Di mana Petrus berada, di sana lah Gereja berada. Dan di mana Gereja berada, tidak akan ada maut, melainkan hidup yang kekal.

Catatan:
Singkat, padat, dan jelas! St. Ambrose mengajarkan bahwa di mana ada Petrus dan penerus Petrus yang memimpin Gereja, maka Gereja yang dipimpinnya itu tidak akan dikuasai maut dan dapat menghantar umat menuju ke hidup yang kekal.

389 AD
Exposition of the Christian Faith, Book IV
St. Ambrose of Milan, 389 AD

� � �
Moreover, that you may know that it is after His Manhood that He entreats, and in virtue of His Godhead that He commands, it is written for you in the Gospel that He said to Peter: �I have prayed for you, that your faith fail not.� Luke 22:32 To the same Apostle, again, when on a former occasion he said, �You are the Christ, the Son of the living God,� He made answer: �You are Peter, and upon this Rock will I build My Church, and I will give you the keys of the kingdom of heaven.� Matthew 16:18 Could He not, then, strengthen the faith of the man to whom, acting on His own authority, He gave the kingdom, whom He called the Rock, thereby declaring him to be the foundation of the Church? Consider, then, the manner of His entreaty, the occasions of His commanding. He entreats, when He is shown to us as on the eve of suffering: He commands, when He is believed to be the Son of God.
� � �

Terjemahan:
Terlebih lagi, agar engkau tahu bahwa dari kemanusianNya Dia meminta, dan dalam kebajikan KeilahianNya Dia memerintahkan, hal ini ditulis bagimu dalam Injil bahwa Dia bersabda kepada Petrus: �Aku telah berdoa untukmu, agar imanmu tidak gugur� (Luk 22 : 32). Kepada rasul yang sama, sekali lagi, ketika dalam kejadian sebelumnya dia bersaksi: �Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup�, Dia menjawab: �Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan GerejaKu, dan aku memberikan kepadamu kunci kerajaan surga.� (Mat 16 : 18). Tidak kah Dia mampu untuk menguatkan iman seseorang yang, bertindak atas otoritasNya sendiri, Dia memberikan kerajaan kepadanya, kepada orang yang Dia sebut sebagai �Sang Karang�, dan oleh karenanya menyatakan bahwa dia (Petrus) menjadi landasan / pondasi Gereja? Ingatlah akan permintaanNya ini, yang dinyatakan dalam perintahNya. Dia meminta, ketika Dia dikisahkan dalam malam sebelum penderitaanNya: Dia memerintahkan (kepada Petrus), ketika Dia diimani sebagai Anak Allah.


Catatan:
Dalam bukunya ini (�Penjelasan Iman Kristen�), St. Ambrose yang adalah uskup agung Milan di abad ke4, memenuhi permintaan Kaisar Gratian yang menginginkan penjelasan dan pembuktian mengenai keilahian Kristus. Dalam buku ke-4 nya ini, St. Ambrose menjelaskan bahwa kebenaran mengenai Keilahian Kristus tidak diketahui siapapun, bahkan para malaikat pun tidak mengetahuinya, jika tidak dianugerahi pengetahuan ini oleh Bapa. Dalam kutipan ini, seperti yang kita semua imani, kesaksian iman Petrus adalah anugerah dari Bapa, bahwa Petrus dapat bersaksi mengenai siapa Kristus sesungguhnya.
Dan sekali lagi, dalam ajarannya ini, St. Ambrose sekali lagi mengajarkan bahwa Petrus, dan juga penerus-penerusnya yang adalah paus Roma, adalah pondasi bagi Gereja, pemegang kunci kerajaan surga.

Against Jovinianus, Book I,
St. Jerome, 409 AD

... ... ... But you say, (Matthew 16:18) the Church was founded upon Peter: although elsewhere the same is attributed to all the Apostles, and they all receive the keys of the kingdom of heaven, and the strength of the Church depends upon them all alike, yet one among the twelve is chosen so that when a head has been appointed, there may be no occasion for schism ... ... ...
http://www.newadvent.org/fathers/30091.htm


Terjemahan:
... ... ... Tetapi engkau berkata, (Mat 16 : 18) bahwa Gereja didirikan di atas Petrus: meskipun kuasa yang sama diberikan kepada semua rasul, dan mereka semua menerima kunci kerajaan surga, dan kekuatan Gereja bersandar pada semua rasul, tetapi satu di antara 12 rasul telah dipilih, sehingga ketika seorang pemimpin telah ditunjuk, tidak akan ada celah bagi skisma ... ... ...


Catatan:
Pada waktu itu, Jovianus mempublikasikan buku yang memuat pemikiran kontroversial bahwa keperawanan tidak lebih berharga di mata Tuhan daripada seseorang yg menikah. St. Jerome sebaliknya, menyatakan pendapat bahwa keperawanan lebih berharga di mata Tuhan. Mereka masing-masing membandingkan antara rasul Petrus yang menikah dengan rasul Yohanes yang tetap perawan.
Jovianus berpendapat bahwa Petrus yang menikah telah ditunjuk sebagai pemimpin para rasul, menunjukkan bahwa keperawanan tidak diperhitungkan oleh Tuhan.
Tetapi St. Jerome berpendapat bahwa Tuhan memiliki pertimbangan lain mengapa Petrus yang dipilih, dan bukan Yohanes.
Terlepas dari topik utama dari perbedaan pendapat antara Jovianus dan St. Jerome, dapat kita lihat bahwa di abad ke4 pun diimani bahwa Petrus telah ditunjuk sebagai pemimpin di antara para rasul agar skisma tidak terjadi. Dan menurut logika, skisma harus dihindari sampai kapan pun, jadi penerus Petrus (yaitu paus sebagai uskup Roma) adalah pemimpin dari semua para rasul yang masing-masing mengepalai Gereja-Gereja di seluruh dunia.

Book V, Letter 43
St. Gregory the Great, ca 600 AD

... ... ...Now eight years ago, in the time of my predecessor of holy memory [Pope] Pelagius, our brother and fellow bishop John in the city of Constantinople [John the Faster was the Patriarch of the See of Constantinople], seeking occasion from another cause, held a synod in which he attempted to call himself Universal Bishop. Which as soon as my said predecessor [Pope Pelagius] knew, he dispatched letters annulling by the authority of the holy apostle Peter the acts of the said synod; of which letters I have taken care to send copies to your Holiness... ... ...


Terjemahan:
... ... ...Delapan tahun yang lalu, di masa pendahulu saya dalam kenangan akan Paus Pelagius, saudara kita dan sesama rekan uskup John dari kota Konstantinopel (John the Faster adalah patriakh dari Takhta Konstantinopel), mencari kesempatan dari alasan yang lain, menggelar sebuah sinode di mana dia berusaha untuk mengangkat dirinya sebagai uskup universal. Di mana ketika pendahulu saya (Paus Pelagius) mengetahuinya, dia mengeluarkan surat untuk membatalkan keputusan sinode tersebut dengan menggunakan otoritas dari rasul Petrus yang kudus; yang salinan suratnya telah saya kirimkan kepada Anda yang mulia... ... ...


Catatan:
Surat Paus St. Gregorius Agung ini adalah bukti yang tidak terbantahkan akan supremacy (bukan lagi sekedar primacy) Gereja Roma atas Gereja-Gereja lain di dunia. Paus Gregorius mengambil contoh otoritas Paus Pelagius (sekitar tahun 550 M) yang menggunakan otoritas "kursi Petrus" untuk membatalkan keputusan sinode di Konstantinopel yang mengangkat Patriakh John the Faster sebagai uskup universal. Dan di paragraf berikutnya, Paus Gregorius Agung juga menegaskan bahwa gelar Uskup Universal telah dipercayakan kepada Patriakh Gereja Roma, dan menyarankan Uskup (Patriakh) Alexandria dan Uskup (Patriakh) Antiokia untuk tidak menyebut siapapun sebagai uskup universal agar tidak merendahkan martabat mereka selaku pemegang Takhta Apostolik Alexandria dan Antiokia dan juga untuk menjaga keharmonisan dalam struktur / hierarki Gereja universal.

Book IX, Letter 59
St. Gregory the Great, ca 600 AD

... ... ... for, as to his saying that he is subject to the Apostolic See, if any fault is found in bishops, I know not what bishop is not subject to it. But when no fault requires it to be otherwise, all according to the principle of humility are equal... ... ...
http://www.newadvent.org/fathers/360209059.htm


Terjemahan:
... ... ...Karena menurut ucapannya sendiri (mengacu pada uskup tertinggi Gereja Byzacene) bahwa dia adalah subject (tunduk kepada) Takhta Apostolik, bahwa jika ada kesalahan ditemukan dalam diri uskup-uskup, saya tidak mengetahui satu pun uskup yang tidak tunduk kepadanya (Takhta Apostolik). Tetapi ketika tidak ada kesalahan yang mengharuskan sebaliknya, maka semua uskup adalah setara menurut prinsip kesahajaan... ... ...

Catatan:
Dalam suratnya kepada John (uskup Syracuse) ini, Paus Gregorius Agung mengacu pada Primate (uskup tertinggi) Gereja Byzacene yang sedang dihadapkan pada penghakiman eclesiastical atas pelanggaran yang dilakukannya. Paus Gregorius Agung adalah seorang paus yang bersahaja, dan dia sangat menghargai rekan-rekannya sesama uskup dari Gereja mana saja, dan selalu menekankan kesetaraan mereka dalam kekuasaan apostolik sesuai jabatan rasul yang dimiliki masing-masing uskup. Tetapi dalam suratnya ini, Paus Gregorius secara jelas menekankan bahwa jika ada uskup (pemangku jabatan rasul) didapati memiliki kesalahan, maka tidak ada satu pun uskup yang tidak tunduk pada Takhta Apostolik, yaitu Gereja Roma.

Letter to Peter
St. Maximus the Confessor, 650AD

... ... ... For he (Pyrrhus) only speaks in vain who thinks he ought to persuade or entrap persons like myself, and does not satisfy and implore the blessed pope of the most holy Church of the Romans, that is, the Apostolic see, which from the incarnate Son of God Himself, and also by all holy synods, according to the holy canons and definitions, has received universal and supreme dominion, authority and power of binding and loosing over all the holy Churches of God which are in the whole world � for with it the Word who is above the celestial powers binds and looses in heaven also... ... ...
http://www.newadvent.org/cathen/10078b.htm


Terjemahan:
... ... ... Karena Pyrrhus berbicara dalam kesia-siaan jika dia berpikir dapat meyakinkan atau menjebak orang-orang seperti saya, dan tidak mematuhi dan memohon bantuan dari yang terberkati paus Gereja Roma yang paling kudus, yang merupakan takhta apostolik, yang oleh Anak Allah yang berinkarnasi sendiri, dan juga oleh semua sinode kudus, telah menerima dominasi yang universal dan unggul, otoritas dan kuasa untuk mengikat dan melepas, di atas semua Gereja Kudus Allah yang tersebar di seluruh dunia - di mana melalui hal ini Sang Sabda yang mengatasi semua kuasa di surga, juga mengikat dan melepas yang di surga... ... ...


Catatan:
Mungkin, sebagaimana Gereja Timur menilai hal ini, surat dari St. Maximus kepada Petrus ini bukan lah bukti yang sahih, dikarenakan bahwa tidak ditemukan naskah asli dari surat ini dalam bahasa Yunani, bahasa yang digunakan oleh St. Maximus.
Tapi dalam catatan dokumen Gereja Barat, ditemukan salinan naskah surat ini dalam bahasa Latin, dan ini juga merupakan salah satu bukti dan landasan iman katolik akan "Supremasi Roma".
Petrus, yang pada waktu itu adalah gubernur Syria, mengirim surat kepada St. Maximus mengenai Pyrrhus berkaitan dengan heresy (berkaitan heresy ajaran Paus Honorius sebelumnya). Terlepas dari topik utama dari surat ini, di sini terlihat jelas bahwa St. Maximus menekankan bahwa para heretic ini (yang berusaha meyakinkan para klergi termasuk St. Maximus), jika para heretic tidak memperoleh restu dari Gereja Roma, yang memiliki dominasi tertinggi dan universal, serta otoritas untuk mengikat dan melepas ajaran-ajaran di dunia dan di surga, maka usaha para heretics itu adalah sia-sia belaka.


KESIMPULAN
Kedudukan St. Petrus setelah kenaikan Tuhan, seperti yang dikisahkan dalam Kisah Para Rasul, menjadi kepenuhan dari perutusan agung yang dianugerahkan kepadanya. Dia adalah pemimpin yang pertama dari para rasul, bukan sekedar primus inter pares, tetapi kepala Gereja yang tidak terbantahkan.

Jika Kristus, seperti yang telah kita lihat di atas, mendirikan GerejaNya sebagai sebuah komunitas yang tunduk pada satu pemimpin utama, hal ini adalah natural jika jabatan pemimpin ini adalah abadi, dan tidak mungkin hanya merupakan ciri khas  sementara yang muncul sekali saja sepanjang perjalanan Gereja. Karena Gereja akan memiliki organisasi yang sama sampai akhir nanti seperti yang telah didirikan oleh Kristus. Dan dalam sebuah komunitas yang ter-organisir, konsitusi (susunan organisasi) lah yang menjadi ciri utamanya. Perubahan dalam konstitusi (susunan organisasi) akan mengubah komunitas tersebut menjadi organisasi yang berbeda. Jika Gereja mengambil bentuk konstitusi yang berbeda dari yang Kristus berikan kepadanya, maka Gereja tidak lagi menjadi KaryaNya. Gereja tidak lagi menjadi Kerajaan Surgawi yang didirikan olehNya. Sebagai sebuah komunitas, gereja ini atelah melalui perubahan yang hakiki, dan oleh karenanya telah menjadi insitusi duniawi, bukan lagi surgawi.
Tidak seorangpun yang mengimani bahwa Kristus ketika datang kembali ke dunia untuk menemukan sebuah Gereja,  sebuah komunitas terorganisir yang ditetapkan untuk bertahan selamanya, dapat mengakui kemungkinan adanya perubahan organisasi dari yang diberikan oleh PendiriNya.

Kesimpulan yang sama, bahwa melalui pernyataan Kristus, supremasi dari Petrus dimaksudkan untuk tetap ada. Kristus telah memberikan kepada Gereja kekuatan untuk melawan musuh-musuhNya, agar gerbang maut tidak berkuasa atasNya. Peperangan melawan kuasa jahat tidak hanya terjadi pada jaman Gereja Perdana saja. Ini adalah peperangan abadi yang dilawan oleh Gereja. Oleh karenanya, selama berabad-abad kedudukan Petrus harus tetap dijaga dalam Gereja, agar Gereja dapat bertahan dalam perjuanganNya yang panjang.

Semua analisa Sabda Kristus di atas telah menunjukkan bahwa kedudukan kepala tertinggi yang abadi adalah untuk diimani di antara kebenaran-kebenaran lainnya yang diungkapkan dalam Kitab Suci. Janji Kristus kepada Petrus tidak dimaksudkan hanya sebagai hak istimewa pribadi yang dimiliki oleh Petrus seorang, tetapi didirikan sebagai jabatan yang permanen dalam Gereja. Dalam hal ini, Sabda Kristus dipahami secara serupa oleh bapa-bapa gereja, baik dari Latin (Barat) maupun dari Yunani (Timur).

Recent Post